Postingan

ternyata tak sesakit itu

sudah lama aku tak bercerita dengan gadis bermata indah itu, jangan kan bercerita sekedar bertegur sapa pun sudah sangat jarang. Tapi kini aku dan dia sedang duduk di belakang rumah ku yang menjadi tempat kesukaan nya setelah sekian lama menikmati indah nya langit sore aku membuka percakapan bertanya bagaimana keadaan nya Gadis itu memiring kan tubuh nya agar berhadapan langsung dengan ku, gadis itu hanya tersenyum, senyum yang jarang sekali ku lihat.  aku mengerutkan alis ku sambil berkata "kata mu kau sedang berperang, tapi yang kulihat sekarang adalah senyuman bahagia mu" Gadis itu malah menarik nafas nya dan menghembuskan nya seraya berkata ''hey orang aneh apakah kau tak suka melihat senyuman indah ku ini, banyak orang menginginkan senyumn ku ini, dan kau malah mengeluh" aku hanya menggeleng-gelengkan kepala ku mendengar celotehan gadis di depan ku ini, walau jauh di lubuk hati ku aku senang melihat nya yang kian membaik. Tapi apa yang membuat nya menjadi se...

Terserah

 Aku sudah tak dapat membendung emosi ku mendengar kalimat terserah gadis itu. Mengapa dari banyak pilihan dia hanya menjawab kalimat yang memancing emosi ku yaitu terserah? Menyebalkan.  Gadis itu tersadar dengan reaksi dahi ku sedang berkerut, dengan bibir yang kian tak henti mengomel yang menandakan aku sedang kesal. Gadis itu menatap ku, lalu menepuk bahu ku pelan. Aku masih ingat persis kalimat yang gadis itu ucapkan pada ku saat itu, kata nya "pasti kau bertanya-tanya mengapa aku memilih menjawab terserah dari pada langsung membuat pilihan padahal disini ada banyak hal yang dapat aku tentukan. Kau tau? dari kecil skenario hidup ku sudah diatur aku tak punya kesempatan untuk memilih apa yang aku ingin kan hingga pada akhir nya aku terbiasa dan hanya mampu menjawab terserah" Setelah gadis itu mengatakan hal tersebut dia meninggal kan ku yang sedang termenung sambil menatap daftar pilihan yang tadi nya ingin kami pesan.

semua ada masa nya

  " People come and go ",  kalimat yang selalu terngiang-ngiang di kepala gadis itu setiap berkenalan dengan orang baru.  Gadis itu berkata kepada ku, jangan pernah berharap mereka yang hadir saat ini akan selalu berada di pihak mu, kau akan selalu terganti dan menganti, semua orang punya masa nya masing-masing dan kau harus bersiap untuk itu. Kali ini aku tak mampu mengelak dari ucapan gadis itu, karna dia berkata sesuai dengan kenyataan. Terkadang ingin sekali ku bertanya mengapa gadis berumur 17 tahun itu mengetahui akan hal ini.  Tapi mulut ku seakan terkunci rapat saat melihat tatapan gadis itu seolah akan berkata, jangan tanya apa pun, dan jika kau tetap ingin bertanya aku tak akan menjawab apa pun.  Jadi kuputuskan untuk selalu mengingat perkataan gadis ini, walau pada kenyataannya terkadang tak mampu ku laksanakan. Aku tak tau pengalaman apa yang telah kau lalui, tapi percaya lah aku tak akan pernah pergi dari mu. Jika kau berkata semua orang punya masa ...

Gadis dan Kopi

Ini tentang gadis yang sangat menyukai kopi. Jika di tanya mengapa, gadis itu hanya mampu tersenyum dan berkata, "kopi ini terasa manis." Apa yang  gadis itu sedang pikir kan? Mengapa dia berkata kopi yang terkenal dengan kepahitan nya malah dideskripsikan dengan hal yang manis? Aneh. - 2 April 2021 taman bermain anak anak yang diatasnya dipenuhi dengan bintang-bintang  Aku : kau tau, kalimat mu selalu membuat otak ku yang jarang digunakan ini harus di paksa berpikir keras, tapi karena aku sudah menyerah dengan isi kepala ku jadi lebih baik ku tanya kan langsung pada mu. Gadis : hey, kau terlihat keren jika menggunakan otak mu karena itu aku berkata-kata dengan kalimat yang sulit kau cerna, apa yang ingin kau tanya kan? Aku : sekarang aku bingung kau sedang memuji ku atau sedang meledek ku, aku ingin bertanya dan ku tegas kan agar kau menjawab pertanyaan ini. Mengapa kau berpikir jika kopi yang terkenal dengan rasa pahit itu kau anggap manis? Gadis : (gadis itu tertawa keras)...