Terserah
Aku sudah tak dapat membendung emosi ku mendengar kalimat terserah gadis itu. Mengapa dari banyak pilihan dia hanya menjawab kalimat yang memancing emosi ku yaitu terserah? Menyebalkan.
Gadis itu tersadar dengan reaksi dahi ku sedang berkerut, dengan bibir yang kian tak henti mengomel yang menandakan aku sedang kesal.
Gadis itu menatap ku, lalu menepuk bahu ku pelan. Aku masih ingat persis kalimat yang gadis itu ucapkan pada ku saat itu, kata nya "pasti kau bertanya-tanya mengapa aku memilih menjawab terserah dari pada langsung membuat pilihan padahal disini ada banyak hal yang dapat aku tentukan. Kau tau? dari kecil skenario hidup ku sudah diatur aku tak punya kesempatan untuk memilih apa yang aku ingin kan hingga pada akhir nya aku terbiasa dan hanya mampu menjawab terserah"
Setelah gadis itu mengatakan hal tersebut dia meninggal kan ku yang sedang termenung sambil menatap daftar pilihan yang tadi nya ingin kami pesan.
Komentar
Posting Komentar