ternyata tak sesakit itu
sudah lama aku tak bercerita dengan gadis bermata indah itu, jangan kan bercerita sekedar bertegur sapa pun sudah sangat jarang. Tapi kini aku dan dia sedang duduk di belakang rumah ku yang menjadi tempat kesukaan nya
setelah sekian lama menikmati indah nya langit sore aku membuka percakapan bertanya bagaimana keadaan nya
Gadis itu memiring kan tubuh nya agar berhadapan langsung dengan ku, gadis itu hanya tersenyum, senyum yang jarang sekali ku lihat.
aku mengerutkan alis ku sambil berkata "kata mu kau sedang berperang, tapi yang kulihat sekarang adalah senyuman bahagia mu"
Gadis itu malah menarik nafas nya dan menghembuskan nya seraya berkata ''hey orang aneh apakah kau tak suka melihat senyuman indah ku ini, banyak orang menginginkan senyumn ku ini, dan kau malah mengeluh"
aku hanya menggeleng-gelengkan kepala ku mendengar celotehan gadis di depan ku ini, walau jauh di lubuk hati ku aku senang melihat nya yang kian membaik. Tapi apa yang membuat nya menjadi seperti ini?lalu kuputusan untuk bertanya, apakah tak bisa kau langsung menjawab pertanyaan ku? Kau selalu menyebalkan.
Gadis itu tertawa lebar sambil mendorong bahu ku pelan, ''okey aku ceritakan, kemarin aku sadar kalo ternyata aku ga bisa mengontrol apa pun, baik itu respon orang lain ke aku, tapi aku mampu mengontrol respon ku atas perilaku mereka, aku mutusin buat lepasin tali yang bikin aku sesak dan sakit, jadi sekarang aku jauh lebih bahagia" ucap gadis itu dengan mata berbinar
aku langsung memeluk tubuh gadis itu sambil menepuk bahu nya pelan secara berulangkali, lalu ku bisikan beberapa kalimat dengan harapan dia tak akan pernah merasa sendiri lagi "Terima kasih telah membuat satu keputusan yang besar, I'm proud of you aku percaya atas semua pilihan dan keputusan mu, terima kasih karna sudah memilih bahagia. Apa pun yang terjadi aku akan selalu berada di pihak mu, aku berharap semoga kau selalu berbahagia dan ku harap kau akan tetap bersama ku.
Komentar
Posting Komentar